Selasa, 24 Maret 2015

NUZULUL QUR'AN

BAB I
PENDAHULUAN

      Al-Qur’an telah membuktikan sebagai sesuatu yang mampu menciptakan peradaban dan tradisi menulis yang sangat tinggi. Dari al-qur’an telah dilahirkan berbagai karya dan produk. Semua ini muncul karena adanya kebenaran dan keyakinan bahwa al-qur’an adalah firman Allah (kalamullah) dan kitab suci umat islam.
      Sejak pewahyunya hingga kini, al-qur’an telah menuangkan keilmuan yang teramat luas. Perjalanan tafsir dan ilmu tafsir yang diawali sejak penerimaan pesan ketuhanan “Al-Qur’an” oleh Muhammad saw., kemudian penyampaiannya kepada generasi pertama islam yang telah menghafal dan merekamnya, hingga stabilisasi teks dan bacaanya yang mencapai kemajuan signifikan pada abad ke-3 H/9M dan pada abad ke-4H/10M.
      Harus diakui, sampai saat ini maasih ada yang gigih  dan terus mengkaji berbagai hal tentang ulumul qur’an, ada yang dimotivasi oleh keinginan untuk membuktikan kebenaran al-qur’an, ada juga yang berangkat dari anggapan tentang misteri yang masih menyelimuti al-qur’an umumnya dan ilmu tafsir pada khususnya.
      Tulisan dan karya ini menjelaskan tentang pengertian dan tujuan Nuzulul Qur’an secara mendalam. Besar harapan penulis pada kajian dan tulisan berikut supaya pembaca mengetahui maksud dan tujuan Al-Qur’an diturunkan didunia yang sebagai pedoman dan sumber hukum bagi manusia.
      Semoga tulisan ini bermanfaat, wa Allahu a’lam.


BAB II
NUZULUL QUR’AN

A.    Pengertian Nuzulul Qur’an
Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW. Dalam pembahasan Nuzulul Qur’an menurut Berbagai Madzab kita telah mengetahui bahwa Al-Qur’an diturunkan ke Baitul Izzah secara langsung. Dari Baitul Izzah itulah, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.
 Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasul Muhammad SAW untuk memberi petujuk kepada manusia. Turunya al-Qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Maka turunya Al-Qur’an dengan dua tahap” yaitu :
 Pertama : Al-Qur’an turun pada malam lailatul qadar pada malam kemulyaan, merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malakat akan kemulyaan umat Nabi Muhamad SAW.
Kedua : Turunya Al-Qur’an secara bertahap ( munajaman ), dengan tujuan menguatkan hati Rasul SAW dan menghibur serta mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai Allah SWT menyempurnakan agama ini dan mencukupi nikmat-nikmat-Nya.
Ø  Turunnya Qur’an Sekaligus
Dalam kehidupan Rasulullah ,Qur’an turun kepadanya selama 23 tahun. Dalam hal ini,para ulama mempunyai dua mazhab pokok,yakni:
1.    Mazhab pertama, yaitu pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta yang dijadikan pegangan oleh umumnya ulama.Sebagian ulama memperkirakan lamanya Qur’an diturunkan itu 20 tahun,sebagian yang lain memperkirakannya selama 25 tahun.Hal itu karena perbedaan mereka dalam memperkirakan lamanya Rasulullah SAW. Tinggal di Mekah setelah ia diutus Allah:apakah 13 tahun atau 10 tahun atau 15 tahun? Namun mereka sepakat bahwa ia tinggal di Madinah sesudah hijrah itu selama 10 tahun.
2.    Mazhab kedua, yaitu yang diriwayatkan oleh asy-Sya’bi bahwa permulaan turunnya Qur’an itu dimulai pada malam lailatul qadar dibulan Ramadhan,yang merupakan malam yang diberkahi.Kemudian turunnya itu berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih 23 tahun.Dengan demikian,Qur’an hanya satu macam cara turun,yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW. dan keistimewaan bulan Ramadhan dan lailatul qadar yang merupakan malam yang diberkahi itu tidak akan kelihatan oleh manusia kecuali apabila yang dimaksudkan adalah turunnya Qur’an kepada Rasulullah SAW.
3.    Mazhab ketiga, berpendapat bahwa Qur’an diturunkan kelangit dunia selama 23 malam lailatul qadar,atau 20 atau 25 malam lailatul qadar sesuai dengan perbedaan pendapat yang terdahulu tentang lamanya Rasul tinggal di Mekah,yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qadar itu ada yang ditentukan Allah untuk diturunkan pada setiap tahunnya.Dan jumlah wahyu yang diturunkan kelangit dunia dimalam lailatul qadar,untuk masa 1 tahun penuh itu kemudian diturunkan secara barangsur-angsur kepada Rasulullah SAW. sepanjang tahun.
As-Suyuti mengatakan: “Dikatakan bahwa rahasia diturunkannya Qur’an sekaligus kelangit dunia adalah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang kepadanya Qur’an diturunkan;yaitu dengan memberitahukan kepada penghuni tujuh langit bahwa Qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia”.
Ø  Turunnya Qur’an Secara Berangsur-angsur
Qur’an turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun: 13 tahun di Mekah menurut pendapat yang kuat,dan 10 tahun di Madinah,maksudnya:Kami telah menjadikan turunnya Qur’an secara berangsur agar kamu membacakannya kepada manusia secara perlahan dan teliti dan Kami menurunkannya bagian demi bagian sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian. Adapun kitab-kitab samawi yang lain,seperti Taurat,Injil,dan Zabur turunnya sekaligus,tidak turun secara berangsur-angsur.
B.     Hikmah Nuzulul Qur’an
1.      Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW.
2.      Tantangan dan mukjizat.
3.      Mempermudah hafalan dan pemahamannya.
4.      Kesesuaian dengan peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum.
5.      Bukti yang pasti bahwa Al-qur’anul karim diturunkan dari sisi Yang Mahabijaksana dan Maha Terpuji.
C.     Faedah Nuzulul Qur’an
Memberikan Petunjuk kepada semua makhluk ke jalan yang lurus, sebagai adanya targhib dan tarhib, untuk dapat melaksanakan syari’at Allah SWT. Sebagai Jawaban terhadap pertanyaan dan juga penjelasan bagi mereka, seperti turunya Al-Anfal 1, dan an-Nisa’ : 127 


BAB III
KESIMPULAN
            Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam)adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertamakepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW
Turunya al-Qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Maka turunya Al-Qur’an dengan dua tahapan, yaitu :
Pertama : Al-Qur’an turun pada malam lailatul qadar pada malam kemulyaan, merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malakat akan kemulyaan umat Nabi Muhamad SAW.
Kedua : Turunya Al-Qur’an secara bertahap ( munajaman ), dengan tujuan menguatkan hati Rasul SAW dan menghibur serta mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai Allah SWT menyempurnakan agama ini dan mencukupi nikmat-nikmat-Nya.
.Hikmah Nuzulul Qur’an
1.      Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW.
2.      Tantangan dan mukjizat.
3.      Mempermudah hafalan dan pemahamannya.
4.      Kesesuaian dengan peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum.
5.      Bukti yang pasti bahwa Al-qur’anul karim diturunkan dari sisi Yang Mahabijaksana dan Maha Terpuji.
·         Faedah Nuzulul Qur’an
            Memberikan Petunjuk kepada semua makhluk ke jalan yang lurus, sebagai adanya targhib dan tarhib, untuk dapat melaksanakan syari’at Allah SWT. Sebagai Jawaban terhadap pertanyaan dan juga penjelasan bagi mereka, seperti turunya Al-Anfal 1, dan an-Nisa’ : 127



DAFTAR PUSTAKA


          Manna’ Khalil al-Qattan,Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,Jakarta:Litera Antar
   Nusa,2010.
          Mawardi Abdullah,Ulumul Qur’an,Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2011.
          Kumpulan-makalah-dlords.blogspot.com/2009/08/nuzulul-qur’an.html.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar