BAB I
PENDAHULUAN
Al-Qur’an telah membuktikan sebagai sesuatu
yang mampu menciptakan peradaban dan tradisi menulis yang sangat tinggi. Dari
al-qur’an telah dilahirkan berbagai karya dan produk. Semua ini muncul karena
adanya kebenaran dan keyakinan bahwa al-qur’an adalah firman Allah (kalamullah)
dan kitab suci umat islam.
Sejak pewahyunya hingga kini, al-qur’an
telah menuangkan keilmuan yang teramat luas. Perjalanan tafsir dan ilmu tafsir
yang diawali sejak penerimaan pesan ketuhanan “Al-Qur’an” oleh Muhammad saw.,
kemudian penyampaiannya kepada generasi pertama islam yang telah menghafal dan
merekamnya, hingga stabilisasi teks dan bacaanya yang mencapai kemajuan signifikan
pada abad ke-3 H/9M dan pada abad ke-4H/10M.
Harus diakui, sampai saat ini maasih ada
yang gigih dan terus mengkaji berbagai
hal tentang ulumul qur’an, ada yang dimotivasi oleh keinginan untuk membuktikan
kebenaran al-qur’an, ada juga yang berangkat dari anggapan tentang misteri yang
masih menyelimuti al-qur’an umumnya dan ilmu tafsir pada khususnya.
Tulisan dan karya ini menjelaskan tentang
pengertian dan tujuan Nuzulul Qur’an secara mendalam. Besar harapan penulis
pada kajian dan tulisan berikut supaya pembaca mengetahui maksud dan tujuan
Al-Qur’an diturunkan didunia yang sebagai pedoman dan sumber hukum bagi
manusia.
Semoga
tulisan ini bermanfaat, wa Allahu a’lam.
BAB II
NUZULUL
QUR’AN
A.
Pengertian Nuzulul Qur’an
Nuzulul
Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam)
adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah
pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.
Dalam pembahasan Nuzulul Qur’an menurut Berbagai Madzab kita telah mengetahui
bahwa Al-Qur’an diturunkan ke Baitul Izzah secara langsung. Dari Baitul Izzah
itulah, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.
Allah
SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasul Muhammad SAW untuk memberi petujuk kepada
manusia. Turunya al-Qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan
kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Maka turunya Al-Qur’an
dengan dua tahap” yaitu :
Pertama :
Al-Qur’an turun pada malam lailatul qadar pada malam
kemulyaan, merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada alam tingkat tinggi yang
terdiri dari malaikat-malakat akan kemulyaan umat Nabi Muhamad SAW.
Kedua :
Turunya Al-Qur’an secara bertahap ( munajaman ), dengan
tujuan menguatkan hati Rasul SAW dan menghibur serta mengikuti peristiwa dan
kejadian-kejadian sampai Allah SWT menyempurnakan agama ini dan mencukupi
nikmat-nikmat-Nya.
Ø Turunnya Qur’an
Sekaligus
Dalam kehidupan Rasulullah ,Qur’an turun
kepadanya selama 23 tahun. Dalam hal ini,para ulama mempunyai dua mazhab
pokok,yakni:
1. Mazhab pertama, yaitu
pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta yang dijadikan pegangan oleh
umumnya ulama.Sebagian ulama memperkirakan lamanya Qur’an diturunkan itu 20
tahun,sebagian yang lain memperkirakannya selama 25 tahun.Hal itu karena
perbedaan mereka dalam memperkirakan lamanya Rasulullah SAW. Tinggal di Mekah setelah
ia diutus Allah:apakah 13 tahun atau 10 tahun atau 15 tahun? Namun mereka
sepakat bahwa ia tinggal di Madinah sesudah hijrah itu selama 10 tahun.
2. Mazhab kedua, yaitu
yang diriwayatkan oleh asy-Sya’bi bahwa permulaan turunnya Qur’an itu dimulai
pada malam lailatul qadar dibulan Ramadhan,yang merupakan malam yang diberkahi.Kemudian
turunnya itu berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan
peristiwa-peristiwa selama kurang lebih 23 tahun.Dengan demikian,Qur’an hanya
satu macam cara turun,yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW. dan
keistimewaan bulan Ramadhan dan lailatul qadar yang merupakan malam yang
diberkahi itu tidak akan kelihatan oleh manusia kecuali apabila yang
dimaksudkan adalah turunnya Qur’an kepada Rasulullah SAW.
3. Mazhab ketiga,
berpendapat bahwa Qur’an diturunkan kelangit dunia selama 23 malam lailatul
qadar,atau 20 atau 25 malam lailatul qadar sesuai dengan perbedaan pendapat
yang terdahulu tentang lamanya Rasul tinggal di Mekah,yang pada setiap malamnya
selama malam-malam lailatul qadar itu ada yang ditentukan Allah untuk
diturunkan pada setiap tahunnya.Dan jumlah wahyu yang diturunkan kelangit dunia
dimalam lailatul qadar,untuk masa 1 tahun penuh itu kemudian diturunkan secara
barangsur-angsur kepada Rasulullah SAW. sepanjang tahun.
As-Suyuti mengatakan: “Dikatakan bahwa
rahasia diturunkannya Qur’an sekaligus kelangit dunia adalah untuk
memuliakannya dan memuliakan orang yang kepadanya Qur’an diturunkan;yaitu
dengan memberitahukan kepada penghuni tujuh langit bahwa Qur’an adalah kitab
terakhir yang diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia”.
Ø Turunnya Qur’an
Secara Berangsur-angsur
Qur’an turun secara berangsur-angsur
selama 23 tahun: 13 tahun di Mekah menurut pendapat yang kuat,dan 10 tahun di
Madinah,maksudnya:Kami telah menjadikan turunnya Qur’an secara berangsur agar
kamu membacakannya kepada manusia secara perlahan dan teliti dan Kami
menurunkannya bagian demi bagian sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan
kejadian-kejadian. Adapun kitab-kitab samawi yang lain,seperti Taurat,Injil,dan
Zabur turunnya sekaligus,tidak turun secara berangsur-angsur.
B. Hikmah Nuzulul Qur’an
1. Menguatkan atau
meneguhkan hati Rasulullah SAW.
2. Tantangan dan
mukjizat.
3. Mempermudah hafalan
dan pemahamannya.
4. Kesesuaian dengan
peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum.
5. Bukti yang pasti
bahwa Al-qur’anul karim diturunkan dari sisi Yang Mahabijaksana dan Maha
Terpuji.
C. Faedah Nuzulul Qur’an
Memberikan
Petunjuk kepada semua makhluk ke jalan yang lurus, sebagai adanya targhib dan tarhib,
untuk dapat melaksanakan syari’at Allah SWT. Sebagai Jawaban terhadap
pertanyaan dan juga penjelasan bagi mereka, seperti turunya Al-Anfal 1, dan
an-Nisa’ : 127
BAB III
KESIMPULAN
Nuzulul
Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam)adalah
istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertamakepada
nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW
Turunya
al-Qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi
penghuni langit dan penghuni bumi. Maka turunya Al-Qur’an dengan dua tahapan,
yaitu :
Pertama :
Al-Qur’an turun pada malam lailatul qadar pada malam
kemulyaan, merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada alam tingkat tinggi yang
terdiri dari malaikat-malakat akan kemulyaan umat Nabi Muhamad SAW.
Kedua :
Turunya Al-Qur’an secara bertahap ( munajaman ), dengan
tujuan menguatkan hati Rasul SAW dan menghibur serta mengikuti peristiwa dan
kejadian-kejadian sampai Allah SWT menyempurnakan agama ini dan mencukupi
nikmat-nikmat-Nya.
.Hikmah Nuzulul Qur’an
1. Menguatkan atau
meneguhkan hati Rasulullah SAW.
2. Tantangan dan
mukjizat.
3. Mempermudah hafalan
dan pemahamannya.
4. Kesesuaian dengan
peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum.
5. Bukti yang pasti
bahwa Al-qur’anul karim diturunkan dari sisi Yang Mahabijaksana dan Maha
Terpuji.
·
Faedah Nuzulul Qur’an
Memberikan
Petunjuk kepada semua makhluk ke jalan yang lurus, sebagai adanya targhib dan tarhib,
untuk dapat melaksanakan syari’at Allah SWT. Sebagai Jawaban terhadap
pertanyaan dan juga penjelasan bagi mereka, seperti turunya Al-Anfal 1, dan
an-Nisa’ : 127
DAFTAR PUSTAKA
Manna’
Khalil al-Qattan,Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,Jakarta:Litera Antar
Nusa,2010.
Mawardi
Abdullah,Ulumul Qur’an,Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2011.
Kumpulan-makalah-dlords.blogspot.com/2009/08/nuzulul-qur’an.html.